Bisnis Pemain Bola Di Seluruh Dunia

Showing posts with label Bola Dunia. Show all posts
Showing posts with label Bola Dunia. Show all posts

Monday, July 12, 2010

Spanyol Juara Piala Dunia 2010

Akhirnya Spanyol membawa pulang Piala Dunia 2010

Read More..

Friday, April 3, 2009

Eriksson Ingin ke Inggris Lagi

Nasib baik tidak memihak pelatih top Sven Goran Eriksson karena ia dipecat hanya 10 bulan sejak menukangi timnas Meksiko. Ke mana selanjutnya ia akan melatih, kemungkinan besar kembali ke Inggris.

Eriksson didepak Meksiko menyusul kekalahan tim 'Sombrero' dari Honduras dengan skor 1-3, dalam lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2010 hari Rabu kemarin. Dari tujuh laga Meksiko hanya bisa menang satu kali, dan peluang lolos ke putaran final terbilang kecil.


<
(AFP)>London -
"Kami tak ingin mengambil banyak risiko," ujar presiden asosiasi sepakbola Meksiko, Justino Compean, tentang dasar pertimbangkan pihaknya memutus di tengah jalan kontrak Eriksson.

Yang bersangkutan pun tak banyak berdalih. "Saya  bertanggung jawab," ujar pelatih asal Swedia itu. "Saya harus menerima (pemecatan) ini tanpa membesar-besarkannya."

Setelah "diusir" dari Meksiko, Eriksson dilaporkan langsung menatap Liga Inggris sebagai tempat ia ingin bekerja lagi. Ia akrab dengan negara kerajaan itu karena pernah menukangi skuad nasional The Three Lions dan Manchester City.

"Klub Premier League akan menjadi pilihan pertama dia," ungkap agen Eriksson yang bernama Athole Still seperti dilansir situs The Sun.

Portsmouth sempat membidik nama pria 61 tahun itu ketika memecat Tony Adams dua bulan lalu. Nama Eriksson juga sempat muncul lagi dalam bursa manajer City, karena hingga kini Mark Hughes belum kelihatan prestasi istimewanya.

Eriksson mundur dari timnas Inggris pasca tersingkirnya Steven Gerrard dkk di babak perempatfinal Piala Dunia 2006. Setahun kemudian ia menerima tawaran bekerja di Manchester City, tapi pada musim panas lalu memutuskan pergi dan pindah ke Meksiko.



Meksiko pecat Eriksson
 
Sven-Goran Eriksson
Eriksson dipecat menyusul kekalahan Meksiko atas Honduras
Sven-Goran Eriksson dipecat sebagi pelatih sepakbola nasional Meksiko setelah dikalahkan Honduras dalam babak kualifikasi Piala Dunia.

Kekalahan Meksiko atas Honduras 1-3 Rabu kemarin adalah yang kedua dari 3 pertandingan penyisihan grup pada babak kualifikasi piala dunia.

Dua kekalahan tersebut melempar Meksiko ke urutan ke-4 dalam grup kualifiaksi yang terdiri dari 6 tim.

Bekas pelatih nasional Inggris ini dikontrak Meksiko sejak Juni 2008 untuk menggantikan pelatih Hugo Sanchez, yang 3 bulan sebelumnya juga telah dipecat.

 Kami tak mau ambil resiko dengan kualifikasi piala dunia ini
 
Justino Compean

Penampilan buruk Meksiko dalam pertandingan kualifikasi terakhir mereka tersebut merupakan bagian dari buruknya hasil pertandingan mereka sejak awal babak kualifikasi.

Meksiko hanya mencatat kemenangan 1 kali dari total 7 pertandingan.

"Kami tak mau ambil resiko dengan kualifikasi Piala Dunia ini, dan kami sama sekali tidak bisa bergantung pada hasil pertandingan di Estadio Azteca tersebut," ujar Presiden Federasi Sepakbola Meksiko, Justino Compean.

"Kami sudah bertemu Eriksson dan meskipun cukup risih bagi saya maupun semua orang, saya tetap harus mengatakan padanya hubungan ini telah berakhir. Secara pribadi saya berterima kasih pada Eriksson."

Tahun 2001 Eriksson menjadi manajer asing pertama di Timnas Inggris setelah menjalani karir di klub Italia dan Portugal.

Selama 5 tahun menjadi manajer di Inggris, dia membawa Inggris ke babak seperempat final Piala Dunia dan Eropa, namun sepakat untuk berhenti Tahun 2006.

Setelah itu Eriksson sempat menjadi manajer di Manchester City Tahun 2007, namun hanya satu musim saja dan menyeberang ke Amerika Selatan sebagai manajer Timnas Meksiko Tahun 2008.


Read More..

Manchester United (MU) datang Ke Indonesia

Manchester United (MU) baru akan tampil di Jakarta pada tanggal 24 Juli 2009. Namun, salah satu legenda hidup MU, Bryan 'Robbo' Robson, menyempatkan diri hadir di Jakarta, Selasa (31/3). Robbo bahkan hadir membawa tropi Liga Champions Eropa yang diraih MU musim lalu.


Dalam sesi tanya jawab di acara press conference kerjasama MU dengan GSM 3, Robbo cukup banyak menerima pertanyaan dari wartawan terkait sepakbola Indonesia.

“ Saya pernah melihat tim anda di Piala Asia 2007. Sayang, Indonesia tidak lolos hingga semi final. Jadi saya tidak bisa terlalu banyak mengamatinya. Tapi, pemain Indonesia sebenarnya memiliki skill dan teknis yang cukup bagus,” kata Bryan Robson, yang pernah melatih klub Middlesbrough ini.

Memang tidak terlalu banyak hal yang diketahui oleh Robbo mengenai sepakbola Indonesia. Namun, dengan adanya kerjasama antara MU dengan salah satu operator seluler di Indonesia yang memiliki jangka panjang, akan memberikan imbas positif bagi persepakbolaan Indonesia.

Lebih lanjut, usai uji coba di Indonesia, MU juga berencana melakukan talent scouting di Indonesia. Bahkan untuk jangka panjangnya, akan lebih terbuka kesempatan pemain berbakat Indonesia yang digojlok di sekolah sepakbola MU.

peluncuran Liga Pendidikan Indonesia (LPI) semakin dekat. Tinggal satu bulan lagi, event sepakbola sepanjang sejarah untuk kalangan pelajar di Indonesia ini akan digelar. Kick-off perdana akan dipusatkan di Yogyakarta, 2 Mei 2009, bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional. LPI ini akan menjadi sentra pembibitan dan pembinaan pemain muda di Indonesia dengan kualitas tinggi.

Tim talent scouting PSSI akan tersebar di setiap daerah penyelenggara. Diharapkan tidak ada satu pemain berbakat pun yang terlewat dari pantauan.

“ Apalagi, 20 pemain terbaik dari segala level kompetisi, akan dimasukkan dalam diklat khusus. Mereka akan digembleng khusus untuk dibentuk menjadi pemain yang bermutu tingi,” kata Yeyen Tumena, manajer Promosi PSSI yang juga merupakan salah seorang penggagas LPI.

“ Khusus untuk tim juara di level SMP, akan diikutkan dalam kompetisi Manchester United Premier Cup di Inggris. Mereka memiliki kesempatan mencicipi mulusnya rumput stadion Old Trafford, Manchester,” lanjut Yeyen yang pernah berguru dua tahun di Italia bersama timnas Primavera.

Selain hal tersebut, sederet hadiah dan penghargaan yang disiapkan, diharapkan bisa memompa spirit anak-anak muda Indonesia di semua level, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi untuk bisa menjadi yang terbaik dalam Liga Pendidikan Indonesia

Manchester United akan tampil dengan skuad utamanya saat menyambangi Indonesia dalam laga eksibisi di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, 24 Juli mendatang. Kepastian itu diungkapkan oleh Direktur Komunikasi Manchester United, Phil Townsend, dalam acara jumpa pers di Ball Room Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Selasa (31/3).

“ Tur ke Asia merupakan program first team Manchester United. Jadi, kami beri garansi, yang akan tampil di hadapan anda adalah tim terbaik Manchester United,” kata Phil Townsend.

Indonesia ternyata memiliki perhatian khusus dari MU. Betapa tidak, sebanyak 28 juta penggemar MU tercatat berasal dari Indonesia. Jumlah ini bahkan melebihi fans MU di Inggris sendiri. Hal ini menjadi alasan utama MU dalam memilih Indonesia sebagai tempat tujuan tur musim panas mereka bulan JUli mendatang.

“ MU sangat excited bekerjasama dengan Indonesia. Semua pemain dan ofisial MU sudah tidak sabar ingin bertemu fans mereka di Indonesia yang berjumlah 28 juta penggemar. Tunggu kami Juli mendatang, “ ungkap Richard Arnold, Direktur Komersial MU

Read More..

Argentina Dihajar Bolivia 1-6

Siapa tak kenal Maradona? Di samping Pele, dialah pemain sepakbola terhebat sepanjang sejarah. Namun, kehebatannya sebagai pemain bukanlah jaminan akan kesuksesannya sebagai pelatih. Buktinya, saat kesebelasan nasional Argentina asuhannya melawan Bolivia, Argentina dibantai 1-6!


S Ini dia video dan analisisnya:


Argentina Pantas Dihajar
Jumat, 3/4/2009 | 03:14 WIB

BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Para pemain Argentina masih sangat terpukul dan kecewa atas kekalahan 1-6 dari Bolivia. Mereka mengaku sulit bermain di Stadion La Paz di dataran tinggi dengan oksigen yang tipis. Namun, itu bukan alasan, karena secara permainan Argentina pantas dihajar lawan.

Demikian beberapa pendapat pemain Argentina, sesaat sebelum meninggalkan Bolivia. Argentina memang seperti kehilangan kemampuannya pada pertandingan itu. Mereka dikurung habis-habisan dan dipaksa menyerah 1-6. Ini kekalahan terbesar mereka dari Bolivia.

“Secara pribadi, memang tak memungkinkan bermain baus di sana (La Paz, Red), meskipun ada beberapa pemain yang pernah tampil di sana. Meski begitu, hal tersebut tak boleh menjadi alasan kami atas kekalahan tersebut,” kata Lionel Messi.

“Kami tak pernah menyangka akan kalah seperti itu. Kami benar-benar terluka oleh pertandingan yang tak imbang itu. Tapi, kami harus terus melangkah, untuk melakukan hal terbaik buat tim dan belajar dari kesalahan,” tambah Messi.

Kapten tim, Javier Mascherano, juga berpendapat sama. Menurutnya, Argentina tak boleh memakai ketinggian sebagai alasan. Permainan Bolivia, katanya, memang jauh lebih baik dari timnya.

“Bolivia menampilkan permainan yang sempurna. Sebagian dari kami, tampil di La Paz baru pertama. Sebagian lagi sudah pernah. Tapi, kami tak bisa mengatakan bahwa kekalahan itu akibat main di dataran tinggi. Kami kalah karena lawan bermain jauh lebih baik daripada permainan kami,” jelas Mascherano.

Defender Gabriel Heinze berpendapat serupa. Menurutnya, “Ini harus menjadi pelajaran penting bagi kami. Ada baiknya juga, karena kami sebagai tim akan tumbuh dan berkembang dengan segala perasaan. Kami tahu, main di dataran tinggi tak akan mudah. Tapi, kami tak boleh menggunakannya sebagai alasan kekalahan.” (TYC)


Kamis, 02/04/2009 05:52 WIB
Argentina Kalah, Maradona ‘Ditusuk Enam Kali’
Rossi Finza Noor - detiksport

Argentina secara mengejutkan dihantam oleh tuan rumah Bolivia 1-6. Bagi Diego Maradona, kekalahan ini membuat hatinya terasa seperti ditusuk-tusuk.

Dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Amerika Latin yang dihelat di kota La Paz, Kamis (2/4/2009) dinihari WIB, ‘Tim Tango’ sudah tertinggal 1-3 di akhir babak pertama. Alih-alih menyamakan kedudukan, mereka malah kebobolan tiga gol lagi di babak kedua.

Kekalahan ini jelas jadi pukulan telak buat Argentina yang saat ini tengah berupaya mengejar Paraguay di puncak klasemen. Meski dipermalukan dengan skor sangat telak, juara dunia dua kali itu untuk sementara masih duduk di posisi dua klasemen zona Amerika Latin dengan poin 19.

Bagi Maradona ini merupakan kekalahan perdananya sejak ditunjuk melatih Argentina pada bulan Oktober 2008. Yang menyesakkan, kekelahan perdananya ini terjadi dengan skor yang amat telak. Jadi wajarlah apabila ia sangat kecewa.

Pria yang mengantarkan Argentina menjadi juara Piala Dunia 1986 ini menyebut, setiap Bolivia mencetak gol hatinya terasa seperti ditusuk. Singkat kata, hati Maradona ditusuk enam kali dalam laga ini.

“Saya bersedih bersama mereka (publik Argentina). Setiap gol yang dilesakkan Bolivia adalah sebuah tusukan untuk hati saya,” ujarnya seperti dilansir Reuters.

“Jika kami bermimpi bahwa hal ini akan terjadi, maka kami akan berpikir bahwa itu adalah hal yang tak mungkin.”

Ia juga sempat menyebut bahwa bermain di kota La Paz yang berketinggian 3.637 meter di atas permukaan laut membuat para pemainnya sulit untuk berlari. Maradona sendiri dilaporkan tampak kehabisan nafas ketika menghadiri konferensi pers seusai pertandingan.

Toh demikian, ia tetap memberikan selamat kepada Bolivia. Ia menyebut, tim arahan Erwin Sanchez itu telah menyuguhkan permainan yang lebih baik dari timnya.

“Kita harus memberikan selamat kepada Bolivia yang jauh lebih baik dari kami di setiap sisi lapangan. Tak ada yang perlu dikatakan lagi. Mereka mengalahkan kami dengan sempurna dan kini kami harus memulai lagi segalanya dari awal.”

“Bolivia bermain sangat bagus dan berhasil menyelesaikan setiap serangan. Mereka bermain bagus, mulai dari penjaga gawang hingga pemain pengganti yang paling akhir masuk lapangan,” pungkasnya.


Read More..

Tuesday, March 3, 2009

Italia Ingin Helat Euro 2016


Gagal menjadi tuan rumah Piala Eropa 2012, Italia membidik gelaran empat tahun setelahnya. Mereka kini tengah berencana mengajukan diri jadi tuan rumah Euro 2016.

Italia sempat melayangkan lamaran untuk jadi tuan rumah Piala Eropa 2012. Namun, Presiden UEFA Michel Platini akhirnya berpaling ke Ukraina-Polandia.


Gagal dalam upaya tersebut, Federasi Sepakbola Italia (FIGC) kini mempertimbangkan untuk mencoba peruntungan buat perhelatan Piala Eropa 2016.

"Italia tertarik dalam menyelenggarakan turnamen ini karena kami tak bisa mundur dari menghelat ajang besar internasional," tutur Presiden FIGC Giancarlo Abete kepada Radio Rai yang dikutip Setanta Sports.

Prancis, Turki dan Rusia dikabarkan juga berminat untuk jadi tuan rumah tunggal Euro 2016, sedangkan Norwegia dan Swedia secara bersama-sama. Skotlandia dan Wales sementara itu sudah mundur karena alasan ekonomi.

"Kami akan membicarakannya di organisasi kami," demikian Abete.


Read More..

Iklan Gak Jelas ( isi diluar tanggung jawab pemilik blog )

Free Advertising

  ©Template by Dicas Blogger.

TOPO